Kadang saya merenung, apa yang terjadi jika saya diberi 5 persen saja ilmu Tuhan. Hasilnya mungkin, saya akan tersenyum geli melihat usaha para ilmuan, filosof, pemikir, dan lain sebagainya dalam memandang dunia ini. Usaha mereka seolah-olah tidak berarti apa-apa. Atau secara lebih lugas, mereka gagal!. Misalnya, teori gravitasi menjadi salah, bahkan teori relativitas menjadi rancu. Berbagai pandangan tentang manusiapun hanya sebatas riak2 kecil yang tidak bermakna.
Lalu, masihkan kita sombong dengan sisi kemanusiaan kita yang sangat terbatas?
Kesombongan itu menjalar kesegala dimensi kehidupan. Bahkan tentang bagaimana cara hukuman mati pun diperdebatkan! kata sebagian orang, hukuman pancung itu tidak humanis, lebih manusiawi jika di suntik, tembak atau yang lainnya. Namun, mereka tidak pernah sadar bahwa mereka tidak pernah tau bagaimana rasanya kematian itu. Yang tidak punya pengalaman "mati" dengan congkaknya mengatakan bahwa ini lebih manusiawi dari itu!! so, Allah a'lam..ikuti petunjuknya, karena Allahlah Yang Maha tau.
Lalu, masihkan kita sombong dengan sisi kemanusiaan kita yang sangat terbatas?
Banyak orang menyangka, jika belajar tekun bakal lulus ujian. Namun, tidak sesederhana itu dalam memandang dunia ini. Realitas ini begitu kompleksnya, dan saling terkait antara satu dengan lainnya. Anda tidak pernah tau, setelah belajar tekun ternyata anda sakit dan tidak bisa ujian, atau ternyata terjadi bencana alam, atau sebab2 lain seperti anda lupa dan tidak dapat mengingat apapun ketika menjawab soal ujian, dan masih banyak lagi. Itulah kenapa kita diharuskan untuk beribadah, berdoa, berusaha, bersyukur, dan bersabar dan selalu dekat dengan Allah. Walaupun tidak menjamin anda lulus (karena itu terkait denga takdir Tuhan), tapi hal itu menjamin anda masuk syurga, bukankan itu tujuan akhir kita??
Lalu, masihkan kita sombong dengan sisi kemanusiaan kita yang sangat terbatas?.
Lalu, masihkan kita sombong dengan sisi kemanusiaan kita yang sangat terbatas?
Kesombongan itu menjalar kesegala dimensi kehidupan. Bahkan tentang bagaimana cara hukuman mati pun diperdebatkan! kata sebagian orang, hukuman pancung itu tidak humanis, lebih manusiawi jika di suntik, tembak atau yang lainnya. Namun, mereka tidak pernah sadar bahwa mereka tidak pernah tau bagaimana rasanya kematian itu. Yang tidak punya pengalaman "mati" dengan congkaknya mengatakan bahwa ini lebih manusiawi dari itu!! so, Allah a'lam..ikuti petunjuknya, karena Allahlah Yang Maha tau.
Lalu, masihkan kita sombong dengan sisi kemanusiaan kita yang sangat terbatas?
Banyak orang menyangka, jika belajar tekun bakal lulus ujian. Namun, tidak sesederhana itu dalam memandang dunia ini. Realitas ini begitu kompleksnya, dan saling terkait antara satu dengan lainnya. Anda tidak pernah tau, setelah belajar tekun ternyata anda sakit dan tidak bisa ujian, atau ternyata terjadi bencana alam, atau sebab2 lain seperti anda lupa dan tidak dapat mengingat apapun ketika menjawab soal ujian, dan masih banyak lagi. Itulah kenapa kita diharuskan untuk beribadah, berdoa, berusaha, bersyukur, dan bersabar dan selalu dekat dengan Allah. Walaupun tidak menjamin anda lulus (karena itu terkait denga takdir Tuhan), tapi hal itu menjamin anda masuk syurga, bukankan itu tujuan akhir kita??
Lalu, masihkan kita sombong dengan sisi kemanusiaan kita yang sangat terbatas?.
